Breaking News

Pastikan Tak Kembali Terbakar, Petugas Lakukan Pendinginan Karhutla Sungai Gelam



Muaro Jambi – Kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di wilayah RT 25, Desa Sungai Gelam, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, memasuki hari ke-13 penanganan. Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas gabungan masih melakukan pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.


Pada Senin, 7 September 2026 hingga pukul 16.00 WIB, kondisi kebakaran di Blok 52, 53 dan F56 Koperasi Karya Makmur dilaporkan telah padam. Namun, proses pendinginan terus dilakukan karena lokasi kebakaran merupakan area perkebunan dan hutan produksi, termasuk terdapat bagian lahan gambut yang membutuhkan perhatian khusus.


Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh personel Polsek Sungai Gelam, Satgas Aman Nusa Polres Muaro Jambi, TNI, BPBD Kabupaten Muaro Jambi, RPK PT MKI, RPK PT BGR, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta anggota Koperasi Karya Makmur.


Sejumlah peralatan turut dikerahkan untuk mendukung proses penanganan, di antaranya satu unit excavator serta mesin pompa pemadam, selang, nozzle dan peralatan pendukung lainnya.


Kapolsek Sungai Gelam IPTU Doli Dongoran, S.H., melalui personel di lapangan terus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat. Pemantauan titik panas juga dilakukan sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali muncul.


Berdasarkan laporan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 60 hektare. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.


Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, petugas juga melakukan pendataan terhadap pemilik lahan dan saksi-saksi serta memasang police line di lokasi yang diperlukan.


Kondisi kebakaran saat ini dinyatakan padam, namun pendinginan dan pemantauan masih terus dilakukan.


Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah karhutla kembali terjadi sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.


Polres Muaro Jambi bersama jajaran dan seluruh unsur terkait mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kewaspadaan dan kepedulian bersama menjadi kunci dalam mencegah kebakaran lahan dan hutan kembali terjadi.

0 Comments

© Copyright 2022 - Haluanfakta.com